Kamis, 27 Maret 2014

Don't Go | My Love [Chapter 2]


Author : Putri Tassya Nurin Fazlinna
Title : Don’t Go
Genre : Romance, Sad, Friendship, School Life, Marriage Life
Rating : PG-14
Main Cast : Xi Luhan, Park Ji Hyun, Kim Hye Rim
Other Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Wu Yi Fan
Length : Chapter
Note : No Copy And Paste
Theme : What Is Love ?

CHAPTER 2

Present
sesampainya di namsan tower, ji hyun langsung menarik tangan luhan menuju ke sebuah kereta listrik. berlari sembari menarik tangan luhan. tak sengaja ji hyun menabrak seseorang.
“mianhae”
“ne”
“eonni ?”
“ji hyun-ah !”
“eonni kemana saja ?”
“eonni baru saja pulang dari paris”
“wah…. oh iya, oppa baekhyun sudah menantimu di rumah. sana cepat !”
“ini siapa ?”
“kenalkan ini temanku, luhan”
“Xi luhan”
“luhan ? xi luhan ?”
tiba tiba saja pacar oppa baekhyun itu pun langsung berlari saat mengetahui nama luhan. kenapa ini ?
“eonni ! waeyeo ?!!”
“kenapa dia ?”
“entah”
“dia siapamu ?”
“dia, dia itu pacarnya kakakku”
“namanya siapa ?”
“namanya eonni kim”
“oh”
“sudahlah, cepat masuk ayo !!!”
“tanganku sakit !!!”
ji hyun langsung saja menarik tangan luhan sehingga mereka masuk dalam sebuah kereta listrik.

tak beberapa lama kemudian, tepatnya setelah 15 menit menunggu. mereka sampai juga di menara namsan tower.
“bagaimana perasaanmu setelah jongkok 15 menit, xi luhan ?”
“kau ! kau mengejekku ya ?”
“tepatnya menghinamu. hahahaha !!!!”
“ji hyun-ssi ! tunggu aku !!!”
mereka berdua langsung berlari menuju ke pedagang yang menjual hweori gamja. mereka sangat tenang sekali, padahal banyak mata yang melihat tingkah konyolnya itu.
tornado+potato+S.jpg
“abeojji ! saya pesan hweori gamja 2”
“satunya siapa ?”
“buatmu lah ! dasar kau anak rusa !”
“berhenti memanggilku anak rusa ! dasar kau…”
“apa ?”
“jika aku anak rusa, bagaimana jika kau istrinya anak rusa ?”
“leluconmu itu sangat konyol”
‘kenapa kau tak peka, ji hyun !’ ungkap luhan dalam hati
setelah menerima pesanannya mereka pun berselca ria duduk di tepi tebing sembari memakan hweori gamja atau biasa di sebut dengan tornado potato itu.
tak beberapa lama kemudian, ada pesan singkat yang masuk ke ponsel luhan. luhan membukanya, dia juga tak mengenali nomer itu.

“Luhan-nie , ini aku Kim Hye Rim. hm… apa kau di korea sekarang ? katakan ! aku ingin sekali bertemu denganmu. oh iya, apa kau sudah mempunyai yeojachingu ? Nuna sangat merindukanmu anak rusa !!!”

Mata luhan terasa perih, dan sekarang ia bingung, sebenarnya ia mencintai ji hyun atau kakak kelasnya dulu bernama Hye Rim.
“arrgggg !!!!”
“waeyeo ?”
“menjauh dariku !!!”
“luhan-ssi”
“jangan memanggilku luhan !!! jangan pernah kau mengenalku lagi !!!!!!!”
luhan pun pergi meninggalkan ji hyun. ji hyun masih belum mengerti mengapa ia dapat berubah derastis seperti itu.
‘pesan singkat dari siapa tadi ? apa mungkin gara gara itu dia berubah ?’ tanyanya dalam hati
ji hyun pun bangkit dari duduknya dan mencoba mengejar luhan dengan sekuat tenaganya .
“luhan-ssi !!!” ji hyun menarik tangan luhan dan mengakibatkan luhan menatap ke arahnya
jarak di antara mereka sangat dekat bahkan, ji hyun dapat merasakan deru nafas luhan di mukanya.
“kau kenapa ? cerita denganku !”
“lepaskan !”
ji hyun pun menatap mata luhan. tingginya hanya mencapai hidung luhan.
“saranghae”
ji hyun mencium pipi luhan dan ia langsung berlari memasuki kereta listrik lalu menutupnya, meninggalkan luhan yang berdiri mematung di tempat antri.

1 bulan berlalu, hubungan ji hyun dan luhan masih sama, mereka bahkan tak mau menyapa satu sama lain. walaupun mereka duduk bersebelahan. hari ini adalah hari dimana dewan siswa akan berkumpul. semua dewan siswa pun masuk ke dalam aula terutama ji hyun karena ia adalah ketua dewan siswa. ji hyun memulai pembicaraannya di depan semua anggota dewan siswa.
“pertama tama, saya ingin mengucapkan terima kasih bagi dewan siswa yang telah hadir. saya mendapat informasi dari lee sonsaengnim, jika, besok kita akan melakukan penelitian di jinhae. karena besok hari minggu, maka kita tidak ada libur. namun kita akan menginap di jinhae selama 2 hari. di khususkan untuk kelas 11.1 , 11.2 , 12.1 dan 12.2 . semuanya harus ikut. membayar transportasi 10.000 won per siswa dan 45.000 won untuk menginap. ada yang ingin bertanya ?”
semuanya diam dan itu berarti semuanya sudah faham dengan informasi yang di bawakan ji hyun.
“baiklah, saya rasa semuanya sudah faham. saya akan menutup acara ini. terima kasih”
ji hyun pun mengetok palu di depannya dan pertanda rapat itu pun telah selesai.

semua siswa dan siswi pulang seperti biasa. namun berbeda dengan ji hyun. ji hyun masih mempunyai urusan dengan park sonsaengnim. yap, ji hyun akan mengikuti sebuah olimpiade ke jepang bersama salah satu temannya.
“siapa dia ?”
“hm…. dia sebentar lagi akan datang”
dan benar saja, pintu ruang guru pun terbuka. dan namja itu pun masuk duduk di sebelah ji hyun.
“MWO ??!!!” mereka berteriak ketika tatapannya pun bertemu
“k….kau !” lagi lagi, mereka menunjuk satu sama lain dengan kata yang sama
“luhan-ssi, silahkan duduk”
akhirnya luhan pun duduk di sebelah ji hyun.
“kalian akan di kirim ke jepan 1 minggu lagi. persiapkan karena kalian akan mengikuti olimpiade sains di Tokyo. arraseo ?”
“ne”
“bailah, sekarang kalian dapat pulang”
“khamsahamnida”
akhirnya mereka pun pulang. sampai di depan sekolah, mereka pun pulang dengan menggunakan sepeda.

“kenapa harus kau ?” Tanya luhan
“mana ku tau”
“hm… mianhae”
“ha ?”
“maaf kemarin aku terlalu egois”
“memangnya itu pesan dari siapa ?”
“dari temanku”
“tapi kenapa kau langsung berubah ?”
“entah”
“kau aneh lu”
“kau lebih aneh, menciumku di depan umum”
“lu ! hentikan !”
“hahaha, kau malu ya ? mukamu merah”
“ya ! xia lu !”
“kejar aku ji hyun !”
“awas kau !”
mereka pun mempercepat laju kendaraan. dan akhrinya smapai ke pintu gerbang masuk perumahan mereka.
“mau kemana lagi kau xia lu !!!”
ji hyun pun turun dari sepedahnya dan mengahmpiri luhan.
“wae ?” luhan menatap ji hyun dengan tatapan geli
“kau meremehkanku ya ?”
“hahaha”
ji hyun menarik jas sekolah milik luhan dan membuat luhan jatuh. jatuh di atas ji hyun . ia menuburknya. membuat jarak di antara mereka semakin dekat. luhan hanya diam sambil menatap mata ji hyun tajam.
“saranghaeyeo”
luhan menempelkan bibirnya ke bibir ji hyun sekilas dan langsung bangkit memasukkan sepedahnya lalu menuju ke rumahnya. sementara ji hyun. ia hanya duduk sambil diam tak berkata.
‘ji hyun-ssi ! waekirreyeo ? kenapa kau diam saja ! bukannya kau memukulnya tadi ? ji hyun-ssi ! di menghipnotismu ! ingatlah !’ ji hyun berkata dalam hati sambil menepuk nepuk pipinya.
‘first kiss ku miliknya’ lanjutnya dalam hati lalu bangkit dan masuk ke dalam perumahan.
sampai di depan rumahnya, ia melihat luhan yang sudah tidak ada di halaman rumahnya.
‘kau aneh lu’ jawab ji hyun dalam hati sambil tersenyum
“ji hyun-ssi !” teriak seseorang namja dari balkon rumahnya
ji hyun mendongak ke atas dan mencari sumber suara. dan yap, ia menemukannya. luhan, dia di balkon kamarnya.
“SARANGHAE !!!” tangan luhan pun di lengkungkan ke atas sehingga membentuk ‘LOVE’
“NADO SARANGHAE XIA LU !!!” ji hyun pun melengkungkan tangannya ke atas dan melakukan hal yang sama seperti luhan.
luhan hanya bisa tersenyum manis. dan melambaikan tangannya lalu masuk ke dalam kamarnya.
‘lagi lagi, kau dapat membuat hatiku luluh. xi luhan !’ teriak ji hyun dalam hatinya
akhirnya mereka pun masuk ke dalam rumahnya.

malam harinya
ji hyun pun sudah selesai sarapan bersama kakaknya, baekhyun. namun baekhyun melihat wajah ji hyun yang beda dari biasanya. wajahnya sangat bahagia.
‘’waeyeo ?”
“hm ?”
“kenapa mukamu terlihat begitu bahagia ?”
“aku sudah mempunyai namjachingu” ucapnya di telinga bakehyun
“nuguya ?”
“xi luhan” ucapnya lagi dengan menunduk
“kau ? dengan luhan ?”
“ne”
“wah… seleramu memang bagus ji hyun”
“ah ! kau bisa saja”
baekhyun hanya tersenyum bangga melihat adiknya yang mulai dewasa
“saat kau menjalin hubungan, kau tak boleh egois dengan perasaanmu”
“egois ?”
“ne, hilangkan sifat egoism ji hyun”
“baiklah”
“jika kau di sakiti oleh seseorang, bilang oppa ne”
“ne oppa”
“oppa tak mau kau tersakiti. bukannya ini first lovemu ?”
“ani”
“terus ?”
“kau lupa dengan oh sehun ?”
“kau memutuskannya ?”
“dia mengajakku untuk melakukan’itu’ oppa”
“sudah oppa bilang, dia itu berengsek”
“hm…. gomawo”
ji hyun pun memeluk  kakaknya. dengan senyuman yang sangat hangat.

setelah makan ji hyun pun masuk ke dalam kamarnya, dan kebetulan kamarnya dengan kamar luhan lurus dan bersebrangan.
‘apa kau akan keluar, xia lu ?’ tanyanya dalam hati
tiba tiba saja luhan keluar dari pintu kamarnya dan menuju balkon kamarnya.
“ji hyun-ah !”
ia berteriak memanggil ji hyun. wajah ji hyun terasa sangat panas, dan mungkin sekarang mulai memerah.
“a ! oppa !” ji hyun melambaikan tangannya
“apa kau tak tidur ?! ini sudah malam !” teriaknya
“aku belum mengantuk ! dan kenapa kau juga belum tidur ?!” ji hyun menjawabnya
“sedang memikirkanmu !!!”
“mwo ?!”
“SEDANG MEMIKIRKANMU, CHAGI !!!!” teriaknya yang membuat baekhyun menghampiri ji hyun
ji hyun hanya diam. ia masih belum menyadari kedatangan baekhyun di belakangnya.
“NADO !!!” jawab ji hyun
ji hyun pun berbalik arah dan menabrak dada baekhyun
“ah, oppa” jawabnya
“kau sedang apa ji hyun ?”
“sedang…”
“HYUNG !!!” luhan memanggil baekhyun lalu melambaikan tangannya
“RUPANYA KAU !!! SUDAH SANA TIDUR !!! PACARANNYA BESOK SAJA !!!”
“ARRASEO !!!!”teriak luhan
luhan lalu menutup pintunya sementara ji hyun masuk sembunyi di ketiak bakehyun
“waekirre ?”
“mwo ?”
“aku tau kau memang anak yang pemalu ji hyun”
“oppa”
“sepertinya kau sangat menyukainya ya ?”
“tentu” jawab ji hyun lalu mendorong oppanya masuk dan menutup pintunya
“sudah sana kau masuk ke kamarmu ! aku ingin tidur !”
“baiklah”
“good night”
“good night”
akhirnya mereka pun masuk ke dalam kamarnya masing masing.

---

pagi pagi sekali, ji hyun bangun. sekitar jam 03.00 pagi. ia ingin membereskan pakaian pakaiannya dan buku bukunya untuk di bawa ke jinhae. namun, baekhyun sudah mendengarnya, mendengar ji hyun sedang bertelfonan dengan seseorang.  bukan bukan, tepatnya berbicara dengan seseorang. baekhyun pun penasaran dan perlahan ia berjalan menuju ke kamar ji hyun. ia membuka pintu kamar ji hyun dan menemukan ji hyun sedang merapikan pakaiannya dan buku bukunya, dia di bantu oleh seorang namja.
“mwo ? kenapa kau sudah ada disini?”
“hyung ! aku hanya membantu yeojachinguku”
“memang kalian ingin kemana ?”
“oh iya oppa, aku akan menginap di jinhae 2 hari. untuk penelitian dan tugas kimia”
“kenapa kau baru bilang ji hyun ?”
“mian, aku lupa”
“baiklah, selesaikan tugas kalian dengan baik ne”
“oh iya hyung, kita juga akan ke jepang untuk mengikuti olimpiade kimia”
“berapa hari ?”
“seminggu”
“aku akan sendirian ?”
“kaukan punya eonni kim”
“kau benar ji hyun, baiklah. segera selesaikan dan semoga kalian menang. fighting !”
“gomawo”
mereka pun melanjutkan bebenahnya.
“kau memiliki boneka alpaca ya ?” Tanya luhan
“kau mau ? aku punya dua, hm… tepatnya 3 karena satunya di oppaku”
“baiklah, aku ambil satu ne”
“ne”
“kenapa kau sangat manis ha ?”
“hahaha, itu waktu aku smp. aku smp di Singapore. jadi cukup fasih berbahasa inggris”
“kau hebat”
“gomawo”
“bolehkah aku meminta foto ini ?”
“ambillah”
“kau cantik, ji hyun”
“hahaha, sudah selesai ! mari kita sarapan di bawah”
“hm”
mereka pun menuruni tangga dan sampailah di dapur.
“kau ingin masak apa ?”
“memangnya kau bisa masak ?”
“tentu”
“aku ingin teokkbokki”
tteokbokki.jpg
“kau ingin teokkbokki ? beli saja di depan”
“baiklah, masakkan aku ramen”
“itu baru aku bisa”
“aku tunggu”
ji hyun pun mulai memasak. luhan hanya memandanginya dari arah belakang.
‘andai saja, kau tau masa laluku ji hyun, mungkin kau tak akan menerima cintaku’ batin luhan
‘masa laluku sangat kelam’ lanjutnya sambil menutup wajahnya dengan jari jari lentiknya
“apa kau bisa masak ?” Tanya ji hyun
“aku tak bisa masak, memang kenapa ?”
“kau harus bisa masak, bagaimana ji =ka kau punya istri. istrimu sedang sakit namun kau tak bisa masak. mungkin dia akan meninggal karnamu”
“tapi jika istriku kau. itu tak akan terjadi. karena aku akan menjagamu supaya kau tidak sakit”
“jangan bicara masa depan. masa depan tidak ada yang tau. xia lu”
“kau benar”
luhan pun kembali menutup wajahnya.
‘tapi, masa depanku sudah aku baca. kelak aku akan mendapatkan wanita yang sama denganku. sama sama ternodai. dan itu pasti bukan kau. ji hyun’ batinnya
tak beberapa lama kemudian. akhirnya ji hyun membawakan semangkuk mie ramen itu kepada luhan. namun, luhan telah tertidur karena lama menunggu.
“kau tidur ?”
“oppa ???”
“apa kau tidur ?”
“baiklah, jika kau tidur. aku akan member ramen ini ke oppa baekhyun”
“oppa ! kau benar benar tidur ?”
ji hyun menggoyah goyahkan bahu luhan.
‘kau tidur. baiklah aku tak akan mengganggumu’ batin ji hyun
ji hyun langsung menuju ke lantai atas untuk memberi ramen itu kepada baekhyun. sesampainya di atas, ji hyun pun mengetuk pintu kamar baekhyun.
“oppa ?”
“hm ?”
“aku membawakanmu sarapan”
“oh, ok”
baekhyun pun membuka pintunya
“ramen ?”
“iya, luhan sedang tidur. jadi ini untukmu”
“gomawo”
“ne”
lalu, ji hyun pun kembali ke bawah. menunggu luhan bangun. sesampainya di bawah, ji hyun pun duduk di depan luhan. dan membuat luhan bangun.
“hm, kau bangun ?”
“ne”
“ini ramenmu”
“ramenku ?”
“iya, makanlah”
“kau ?”
“aku sudah makan tadi dengan oppa baekhyun”
“oh, baiklah”
“jangan lupa kau habiskan. perjalanan kita ke jinhae 6 jam lamanya”
“gomawo”
“hm”
ji hyun memberikan makanannya. ia rela tak makan, ia tahu pasti luhan sangat lapar.
‘nanti aku bisa makan di luar’ batinnya dalam hati sambil menyerahkan mangkuk ramen
ternyata, dari lantai atas. baekhyun melihat tingkah laku adiknya. ia merasa jika ji hyun memang sudah dewasa dan sifat keegoisannya sudah hilang.
“kau sudah dewasa, saeng” baekhyun tersenyum lalu masuk ke dalam kamarnya dan menikmati ramennya

---

pagi pun menjelang.
tak terasa jam menunjukkan pukul 06.45 . padahal luhan dan ji hyun akan berangkat ke jinhae pukul 07.00 . perjalanan menuju ke sekolah saja 20 menit. apa mungkin mereka bisa secepat itu.
ternyata, mereka baru saja bangun karena tertidur di meja makan. baekhyun pun turun lalu membangunkan mereka.
“mwo ? jam 06.45 ???”
“kita harus cepat”
luhan lari kembali ke rumahnya. sementara ji hyun, ia naik dan masuk kamarnya.

waktu menunjukkan pukul 07.00 . akhrinya mereka telah siap untuk berangkat. namun, tak mungkin mereka harus naik sepeda.
“naik mobilku saja”
“kau bisa menyetir ?”
“tentu”
“baiklah”
akhirnya mereka sepakat untuk naik mobil REVO milik luhan. mereka melajukan mobilnya dengan sangat kencang. jika tidak, mereka akan terlambat. apa lagi, ji hyun adalah ketua dewan siswa.
sampai di Insadong, jalanan sangat macet sekali. dan mobil luhan terjebak di antaranya. padahal, jarak sekolahnya hanya tinggal 1 km lagi.
“daeddyeong”
“mwo ?”
“turunlah”
“bagaimana dengan mobilmu ?”
“aku akan menelpon kakakku”
“baiklah”
luhan pun meminggirkan mobilnya. dan ia menelpon kakaknya, setelah itu. mereka berdua pun langsung berlari menuju ke sekolahnya.
“capek lu !!!”
“udah ayo”
luhan pun menarik tangan ji hyun sehingga mau tak mau ji hyun lari kembali. mereka berlari melewati toko toko baju di insadong. sampai akhirnya, mau tak mau. ji hyun melepaskan tangan luhan. ia sudah tak tahan karena ia sangat capek.
“waeyeo ?”
“aku capek, xia lu..”
“bagaimana jika kita sewa motor”
“motor ? sewa ?”
“iya”
“dimana ?”
“itu !”
“palliheyeo !”
luhan langsung berlari dan menyewa salah satu motor. ia membawa motor itu dan berhenti di depan ji hyun.
“naiklah”
ji hyun pun langsung naik dan langsung menuju ke sekolahnya.

sesampainya di sekolahnya. ji hyun pun tak melihat bus yang akan di pakai mereka. jam memang sudah menunjukkan pukul 07.20. dan busnya sendiri berangkat pukul 07.00.
“ya ! ettokae ?”
“harus bagaimana lagi ? memang sudah terlambat”
“hah !!! aku lelah !!!” ji hyun pun berteriak di kursi dekat halaman sekolah
“bagaimana kalo kita….”
“kalian juga telat ?” Tanya kai
“kai ? kau juga telat ?”
“ya seperti itulah”
“apakah kyungsoo hadir ?”
“sepertinya begitu. kan dia wakilmu”
“aku harus menelponnya”
ji hyun pun menelpon kyungsoo. kyungsoo adalah wakilnya yang duduk di kelas 11.1 . dia adalah murid yang menjadi juara dua di kelasnya. mungkin karena kepintarannya ia di lantik menjadi wakil ketua dewan siswa.
“ya, kyungsoo-ah ?”
“ji hyun !”
“mian, aku telat”
“kau ini bagaimana sih ?!”
“di insadong, mobilku terkena macet”
“nanti akan ku sampaikan kepada yang lain”
“mian ne”
“iya”
“kai juga terlambat”
“bagaimana jika kalian berangkat dengan bus kota ?”
“dengan bus ? bus kota ?”
“iya”
“ide bagus ! baiklah aku berangkat !”
ji hyun mematikan telponnya dan segera meanrik tangan luhan dan kai menuju ke halte bus.

sesampainya di halte bus. mereka duduk di kursi panjang semabri menunggu bus menuju ke busan.
“pasti lama”
“jngan bicara seperti itu lu, siapa tau saja busnya datang lebih awal”
“aku sudah capek, kenapa harus nunggu lagi ?”
“kau egois ! kalau tak mau nunggu ya jalan saja sana !”
“kalian kenapa sangat akrab ?” Tanya kai heran
“diakan yeojachinguku !”
“ya ! xia lu !”
luhan pun mengalungkan tangannya di baju ji hyun . membuat ji hyun sangat risih. apa lagi di lihat oleh kai.
“jongmal ? kalian sangat cocok kok”
“gomawo” jawab luhan
“luhan luhan ! kau memang egois !”
ji hyun menjitak kepala luhan sementara, mereka tidak nyadar jika ada sepasang mata yang dari tadi memperhatikannya.

tak beberapa lama kemudian. akhirnya bus ke busan datang. dan mereka bertiga masuk ke dalamnya. dan seseorang yang melihat ji hyun tadi akhirnya ikut memasuki bus.
dengan tatapan benci, pria itu pun duduk di belakang kursi ji hyun dan luhan.
‘kau tau ji hyun ! aku masih sangat mencintaimu ! tapi kenapa kau bersama dia !?’ batin pria itu
ia mengenakan jaket berwarna hitam. mukanya di tutupi oleh masker dan kacamata sehingga tak kelihatan sedikit pun wajahnya.
“kau mau makan es krim nanti ?”
“boleh, kau suka es krim rasa apa ?”
“vanilla ice cream”
“hm… tapi aku lebih suka rasa taro”
“itu bukan es krim tapi bubble tea. kau aneh lu !”
“hahaha, iya, aku suka es krim rasa mangga”
“aku rasa itu juga enak”
luhan hanya tersenyum. sementara pria di belakangnya tersenyum kecut dnegan muka tidak ikhlas. sebenarnya siapa dia ?


0 komentar:

Posting Komentar