Author :
Putri Tassya Nurin Fazlinna
Title :
Don’t Go
Genre :
Romance, Sad, Friendship, School Life, Marriage Life
Rating :
PG-14
Main Cast :
Xi Luhan, Park Ji Hyun, Kim Hye Rim
Other Cast :
Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Wu Yi Fan
Length : Chapter
Note : No
Copy And Paste
Theme : What
Is Love ?
CHAPTER 2
Present
sesampainya
di namsan tower, ji hyun langsung menarik tangan luhan menuju ke sebuah kereta
listrik. berlari sembari menarik tangan luhan. tak sengaja ji hyun menabrak
seseorang.
“mianhae”
“ne”
“eonni ?”
“ji hyun-ah
!”
“eonni
kemana saja ?”
“eonni baru
saja pulang dari paris”
“wah…. oh
iya, oppa baekhyun sudah menantimu di rumah. sana cepat !”
“ini siapa
?”
“kenalkan
ini temanku, luhan”
“Xi luhan”
“luhan ? xi
luhan ?”
tiba tiba
saja pacar oppa baekhyun itu pun langsung berlari saat mengetahui nama luhan.
kenapa ini ?
“eonni !
waeyeo ?!!”
“kenapa dia
?”
“entah”
“dia siapamu
?”
“dia, dia
itu pacarnya kakakku”
“namanya
siapa ?”
“namanya
eonni kim”
“oh”
“sudahlah,
cepat masuk ayo !!!”
“tanganku
sakit !!!”
ji hyun
langsung saja menarik tangan luhan sehingga mereka masuk dalam sebuah kereta
listrik.
tak beberapa
lama kemudian, tepatnya setelah 15 menit menunggu. mereka sampai juga di menara
namsan tower.
“bagaimana
perasaanmu setelah jongkok 15 menit, xi luhan ?”
“kau ! kau
mengejekku ya ?”
“tepatnya
menghinamu. hahahaha !!!!”
“ji hyun-ssi
! tunggu aku !!!”
mereka
berdua langsung berlari menuju ke pedagang yang menjual hweori gamja. mereka
sangat tenang sekali, padahal banyak mata yang melihat tingkah konyolnya itu.

“abeojji !
saya pesan hweori gamja 2”
“satunya
siapa ?”
“buatmu lah
! dasar kau anak rusa !”
“berhenti
memanggilku anak rusa ! dasar kau…”
“apa ?”
“jika aku
anak rusa, bagaimana jika kau istrinya anak rusa ?”
“leluconmu
itu sangat konyol”
‘kenapa kau
tak peka, ji hyun !’ ungkap luhan dalam hati
setelah
menerima pesanannya mereka pun berselca ria duduk di tepi tebing sembari
memakan hweori gamja atau biasa di sebut dengan tornado potato itu.
tak beberapa
lama kemudian, ada pesan singkat yang masuk ke ponsel luhan. luhan membukanya,
dia juga tak mengenali nomer itu.
“Luhan-nie , ini aku Kim Hye Rim. hm… apa
kau di korea sekarang ? katakan ! aku ingin sekali bertemu denganmu. oh iya,
apa kau sudah mempunyai yeojachingu ? Nuna sangat merindukanmu anak rusa !!!”
Mata luhan
terasa perih, dan sekarang ia bingung, sebenarnya ia mencintai ji hyun atau
kakak kelasnya dulu bernama Hye Rim.
“arrgggg
!!!!”
“waeyeo ?”
“menjauh
dariku !!!”
“luhan-ssi”
“jangan
memanggilku luhan !!! jangan pernah kau mengenalku lagi !!!!!!!”
luhan pun
pergi meninggalkan ji hyun. ji hyun masih belum mengerti mengapa ia dapat
berubah derastis seperti itu.
‘pesan
singkat dari siapa tadi ? apa mungkin gara gara itu dia berubah ?’ tanyanya
dalam hati
ji hyun pun
bangkit dari duduknya dan mencoba mengejar luhan dengan sekuat tenaganya .
“luhan-ssi
!!!” ji hyun menarik tangan luhan dan mengakibatkan luhan menatap ke arahnya
jarak di
antara mereka sangat dekat bahkan, ji hyun dapat merasakan deru nafas luhan di
mukanya.
“kau kenapa
? cerita denganku !”
“lepaskan !”
ji hyun pun
menatap mata luhan. tingginya hanya mencapai hidung luhan.
“saranghae”
ji hyun
mencium pipi luhan dan ia langsung berlari memasuki kereta listrik lalu
menutupnya, meninggalkan luhan yang berdiri mematung di tempat antri.
1 bulan
berlalu, hubungan ji hyun dan luhan masih sama, mereka bahkan tak mau menyapa
satu sama lain. walaupun mereka duduk bersebelahan. hari ini adalah hari dimana
dewan siswa akan berkumpul. semua dewan siswa pun masuk ke dalam aula terutama
ji hyun karena ia adalah ketua dewan siswa. ji hyun memulai pembicaraannya di
depan semua anggota dewan siswa.
“pertama
tama, saya ingin mengucapkan terima kasih bagi dewan siswa yang telah hadir.
saya mendapat informasi dari lee sonsaengnim, jika, besok kita akan melakukan
penelitian di jinhae. karena besok hari minggu, maka kita tidak ada libur.
namun kita akan menginap di jinhae selama 2 hari. di khususkan untuk kelas 11.1
, 11.2 , 12.1 dan 12.2 . semuanya harus ikut. membayar transportasi 10.000 won
per siswa dan 45.000 won untuk menginap. ada yang ingin bertanya ?”
semuanya
diam dan itu berarti semuanya sudah faham dengan informasi yang di bawakan ji
hyun.
“baiklah,
saya rasa semuanya sudah faham. saya akan menutup acara ini. terima kasih”
ji hyun pun
mengetok palu di depannya dan pertanda rapat itu pun telah selesai.
semua siswa
dan siswi pulang seperti biasa. namun berbeda dengan ji hyun. ji hyun masih
mempunyai urusan dengan park sonsaengnim. yap, ji hyun akan mengikuti sebuah olimpiade
ke jepang bersama salah satu temannya.
“siapa dia
?”
“hm…. dia
sebentar lagi akan datang”
dan benar
saja, pintu ruang guru pun terbuka. dan namja itu pun masuk duduk di sebelah ji
hyun.
“MWO ??!!!”
mereka berteriak ketika tatapannya pun bertemu
“k….kau !”
lagi lagi, mereka menunjuk satu sama lain dengan kata yang sama
“luhan-ssi,
silahkan duduk”
akhirnya
luhan pun duduk di sebelah ji hyun.
“kalian akan
di kirim ke jepan 1 minggu lagi. persiapkan karena kalian akan mengikuti
olimpiade sains di Tokyo. arraseo ?”
“ne”
“bailah,
sekarang kalian dapat pulang”
“khamsahamnida”
akhirnya
mereka pun pulang. sampai di depan sekolah, mereka pun pulang dengan
menggunakan sepeda.
“kenapa
harus kau ?” Tanya luhan
“mana ku
tau”
“hm…
mianhae”
“ha ?”
“maaf
kemarin aku terlalu egois”
“memangnya
itu pesan dari siapa ?”
“dari
temanku”
“tapi kenapa
kau langsung berubah ?”
“entah”
“kau aneh
lu”
“kau lebih
aneh, menciumku di depan umum”
“lu !
hentikan !”
“hahaha, kau
malu ya ? mukamu merah”
“ya ! xia lu
!”
“kejar aku
ji hyun !”
“awas kau !”
mereka pun
mempercepat laju kendaraan. dan akhrinya smapai ke pintu gerbang masuk
perumahan mereka.
“mau kemana
lagi kau xia lu !!!”
ji hyun pun
turun dari sepedahnya dan mengahmpiri luhan.
“wae ?”
luhan menatap ji hyun dengan tatapan geli
“kau
meremehkanku ya ?”
“hahaha”
ji hyun
menarik jas sekolah milik luhan dan membuat luhan jatuh. jatuh di atas ji hyun
. ia menuburknya. membuat jarak di antara mereka semakin dekat. luhan hanya
diam sambil menatap mata ji hyun tajam.
“saranghaeyeo”
luhan
menempelkan bibirnya ke bibir ji hyun sekilas dan langsung bangkit memasukkan
sepedahnya lalu menuju ke rumahnya. sementara ji hyun. ia hanya duduk sambil
diam tak berkata.
‘ji hyun-ssi
! waekirreyeo ? kenapa kau diam saja ! bukannya kau memukulnya tadi ? ji
hyun-ssi ! di menghipnotismu ! ingatlah !’ ji hyun berkata dalam hati sambil
menepuk nepuk pipinya.
‘first kiss
ku miliknya’ lanjutnya dalam hati lalu bangkit dan masuk ke dalam perumahan.
sampai di
depan rumahnya, ia melihat luhan yang sudah tidak ada di halaman rumahnya.
‘kau aneh
lu’ jawab ji hyun dalam hati sambil tersenyum
“ji hyun-ssi
!” teriak seseorang namja dari balkon rumahnya
ji hyun
mendongak ke atas dan mencari sumber suara. dan yap, ia menemukannya. luhan,
dia di balkon kamarnya.
“SARANGHAE
!!!” tangan luhan pun di lengkungkan ke atas sehingga membentuk ‘LOVE’
“NADO
SARANGHAE XIA LU !!!” ji hyun pun melengkungkan tangannya ke atas dan melakukan
hal yang sama seperti luhan.
luhan hanya
bisa tersenyum manis. dan melambaikan tangannya lalu masuk ke dalam kamarnya.
‘lagi lagi,
kau dapat membuat hatiku luluh. xi luhan !’ teriak ji hyun dalam hatinya
akhirnya
mereka pun masuk ke dalam rumahnya.
malam
harinya
ji hyun pun
sudah selesai sarapan bersama kakaknya, baekhyun. namun baekhyun melihat wajah
ji hyun yang beda dari biasanya. wajahnya sangat bahagia.
‘’waeyeo ?”
“hm ?”
“kenapa
mukamu terlihat begitu bahagia ?”
“aku sudah
mempunyai namjachingu” ucapnya di telinga bakehyun
“nuguya ?”
“xi luhan”
ucapnya lagi dengan menunduk
“kau ?
dengan luhan ?”
“ne”
“wah…
seleramu memang bagus ji hyun”
“ah ! kau
bisa saja”
baekhyun
hanya tersenyum bangga melihat adiknya yang mulai dewasa
“saat kau
menjalin hubungan, kau tak boleh egois dengan perasaanmu”
“egois ?”
“ne,
hilangkan sifat egoism ji hyun”
“baiklah”
“jika kau di
sakiti oleh seseorang, bilang oppa ne”
“ne oppa”
“oppa tak
mau kau tersakiti. bukannya ini first lovemu ?”
“ani”
“terus ?”
“kau lupa
dengan oh sehun ?”
“kau
memutuskannya ?”
“dia
mengajakku untuk melakukan’itu’ oppa”
“sudah oppa
bilang, dia itu berengsek”
“hm….
gomawo”
ji hyun pun
memeluk kakaknya. dengan senyuman yang
sangat hangat.
setelah
makan ji hyun pun masuk ke dalam kamarnya, dan kebetulan kamarnya dengan kamar
luhan lurus dan bersebrangan.
‘apa kau
akan keluar, xia lu ?’ tanyanya dalam hati
tiba tiba
saja luhan keluar dari pintu kamarnya dan menuju balkon kamarnya.
“ji hyun-ah
!”
ia berteriak
memanggil ji hyun. wajah ji hyun terasa sangat panas, dan mungkin sekarang
mulai memerah.
“a ! oppa !”
ji hyun melambaikan tangannya
“apa kau tak
tidur ?! ini sudah malam !” teriaknya
“aku belum
mengantuk ! dan kenapa kau juga belum tidur ?!” ji hyun menjawabnya
“sedang
memikirkanmu !!!”
“mwo ?!”
“SEDANG MEMIKIRKANMU, CHAGI !!!!” teriaknya
yang membuat baekhyun menghampiri ji hyun
ji hyun hanya diam. ia masih belum menyadari
kedatangan baekhyun di belakangnya.
“NADO !!!” jawab ji hyun
ji hyun pun berbalik arah dan menabrak dada
baekhyun
“ah, oppa” jawabnya
“kau sedang apa ji hyun ?”
“sedang…”
“HYUNG !!!” luhan memanggil baekhyun lalu
melambaikan tangannya
“RUPANYA KAU !!! SUDAH SANA TIDUR !!!
PACARANNYA BESOK SAJA !!!”
“ARRASEO !!!!”teriak luhan
luhan lalu menutup pintunya sementara ji hyun
masuk sembunyi di ketiak bakehyun
“waekirre ?”
“mwo ?”
“aku tau kau memang anak yang pemalu ji hyun”
“oppa”
“sepertinya kau sangat menyukainya ya ?”
“tentu” jawab ji hyun lalu mendorong oppanya
masuk dan menutup pintunya
“sudah sana kau masuk ke kamarmu ! aku ingin
tidur !”
“baiklah”
“good night”
“good night”
akhirnya mereka pun masuk ke dalam kamarnya masing
masing.
---
pagi pagi sekali, ji hyun bangun. sekitar jam
03.00 pagi. ia ingin membereskan pakaian pakaiannya dan buku bukunya untuk di
bawa ke jinhae. namun, baekhyun sudah mendengarnya, mendengar ji hyun sedang
bertelfonan dengan seseorang. bukan
bukan, tepatnya berbicara dengan seseorang. baekhyun pun penasaran dan perlahan
ia berjalan menuju ke kamar ji hyun. ia membuka pintu kamar ji hyun dan
menemukan ji hyun sedang merapikan pakaiannya dan buku bukunya, dia di bantu
oleh seorang namja.
“mwo ? kenapa kau sudah ada disini?”
“hyung ! aku hanya membantu yeojachinguku”
“memang kalian ingin kemana ?”
“oh iya oppa, aku akan menginap di jinhae 2
hari. untuk penelitian dan tugas kimia”
“kenapa kau baru bilang ji hyun ?”
“mian, aku lupa”
“baiklah, selesaikan tugas kalian dengan baik
ne”
“oh iya hyung, kita juga akan ke jepang untuk
mengikuti olimpiade kimia”
“berapa hari ?”
“seminggu”
“aku akan sendirian ?”
“kaukan punya eonni kim”
“kau benar ji hyun, baiklah. segera selesaikan
dan semoga kalian menang. fighting !”
“gomawo”
mereka pun melanjutkan bebenahnya.
“kau memiliki boneka alpaca ya ?” Tanya luhan
“kau mau ? aku punya dua, hm… tepatnya 3 karena
satunya di oppaku”
“baiklah, aku ambil satu ne”
“ne”
“kenapa kau sangat manis ha ?”
“hahaha, itu waktu aku smp. aku smp di
Singapore. jadi cukup fasih berbahasa inggris”
“kau hebat”
“gomawo”
“bolehkah aku meminta foto ini ?”
“ambillah”
“kau cantik, ji hyun”
“hahaha, sudah selesai ! mari kita sarapan di
bawah”
“hm”
mereka pun menuruni tangga dan sampailah di
dapur.
“kau ingin masak apa ?”
“memangnya kau bisa masak ?”
“tentu”
“aku ingin teokkbokki”

“kau ingin teokkbokki ? beli saja di depan”
“baiklah, masakkan aku ramen”
“itu baru aku bisa”
“aku tunggu”
ji hyun pun mulai memasak. luhan hanya
memandanginya dari arah belakang.
‘andai saja, kau tau masa laluku ji hyun,
mungkin kau tak akan menerima cintaku’ batin luhan
‘masa laluku sangat kelam’ lanjutnya sambil
menutup wajahnya dengan jari jari lentiknya
“apa kau bisa masak ?” Tanya ji hyun
“aku tak bisa masak, memang kenapa ?”
“kau harus bisa masak, bagaimana ji =ka kau
punya istri. istrimu sedang sakit namun kau tak bisa masak. mungkin dia akan
meninggal karnamu”
“tapi jika istriku kau. itu tak akan terjadi.
karena aku akan menjagamu supaya kau tidak sakit”
“jangan bicara masa depan. masa depan tidak ada
yang tau. xia lu”
“kau benar”
luhan pun kembali menutup wajahnya.
‘tapi, masa depanku sudah aku baca. kelak aku
akan mendapatkan wanita yang sama denganku. sama sama ternodai. dan itu pasti
bukan kau. ji hyun’ batinnya
tak beberapa lama kemudian. akhirnya ji hyun
membawakan semangkuk mie ramen itu kepada luhan. namun, luhan telah tertidur
karena lama menunggu.
“kau tidur ?”
“oppa ???”
“apa kau tidur ?”
“baiklah, jika kau tidur. aku akan member ramen
ini ke oppa baekhyun”
“oppa ! kau benar benar tidur ?”
ji hyun menggoyah goyahkan bahu luhan.
‘kau tidur. baiklah aku tak akan mengganggumu’
batin ji hyun
ji hyun langsung menuju ke lantai atas untuk
memberi ramen itu kepada baekhyun. sesampainya di atas, ji hyun pun mengetuk
pintu kamar baekhyun.
“oppa ?”
“hm ?”
“aku membawakanmu sarapan”
“oh, ok”
baekhyun pun membuka pintunya
“ramen ?”
“iya, luhan sedang tidur. jadi ini untukmu”
“gomawo”
“ne”
lalu, ji hyun pun kembali ke bawah. menunggu
luhan bangun. sesampainya di bawah, ji hyun pun duduk di depan luhan. dan
membuat luhan bangun.
“hm, kau bangun ?”
“ne”
“ini ramenmu”
“ramenku ?”
“iya, makanlah”
“kau ?”
“aku sudah makan tadi dengan oppa baekhyun”
“oh, baiklah”
“jangan lupa kau habiskan. perjalanan kita ke
jinhae 6 jam lamanya”
“gomawo”
“hm”
ji hyun memberikan makanannya. ia rela tak
makan, ia tahu pasti luhan sangat lapar.
‘nanti aku bisa makan di luar’ batinnya dalam
hati sambil menyerahkan mangkuk ramen
ternyata, dari lantai atas. baekhyun melihat
tingkah laku adiknya. ia merasa jika ji hyun memang sudah dewasa dan sifat
keegoisannya sudah hilang.
“kau sudah dewasa, saeng” baekhyun tersenyum
lalu masuk ke dalam kamarnya dan menikmati ramennya
---
pagi pun menjelang.
tak terasa jam menunjukkan pukul 06.45 .
padahal luhan dan ji hyun akan berangkat ke jinhae pukul 07.00 . perjalanan
menuju ke sekolah saja 20 menit. apa mungkin mereka bisa secepat itu.
ternyata, mereka baru saja bangun karena
tertidur di meja makan. baekhyun pun turun lalu membangunkan mereka.
“mwo ? jam 06.45 ???”
“kita harus cepat”
luhan lari kembali ke rumahnya. sementara ji
hyun, ia naik dan masuk kamarnya.
waktu menunjukkan pukul 07.00 . akhrinya mereka
telah siap untuk berangkat. namun, tak mungkin mereka harus naik sepeda.
“naik mobilku saja”
“kau bisa menyetir ?”
“tentu”
“baiklah”
akhirnya mereka sepakat untuk naik mobil REVO
milik luhan. mereka melajukan mobilnya dengan sangat kencang. jika tidak,
mereka akan terlambat. apa lagi, ji hyun adalah ketua dewan siswa.
sampai di Insadong, jalanan sangat macet
sekali. dan mobil luhan terjebak di antaranya. padahal, jarak sekolahnya hanya
tinggal 1 km lagi.
“daeddyeong”
“mwo ?”
“mwo ?”
“turunlah”
“bagaimana dengan mobilmu ?”
“aku akan menelpon kakakku”
“baiklah”
luhan pun meminggirkan mobilnya. dan ia
menelpon kakaknya, setelah itu. mereka berdua pun langsung berlari menuju ke
sekolahnya.
“capek lu !!!”
“udah ayo”
luhan pun menarik tangan ji hyun sehingga mau
tak mau ji hyun lari kembali. mereka berlari melewati toko toko baju di
insadong. sampai akhirnya, mau tak mau. ji hyun melepaskan tangan luhan. ia
sudah tak tahan karena ia sangat capek.
“waeyeo ?”
“aku capek, xia lu..”
“bagaimana jika kita sewa motor”
“motor ? sewa ?”
“iya”
“dimana ?”
“itu !”
“palliheyeo !”
luhan langsung berlari dan menyewa salah satu
motor. ia membawa motor itu dan berhenti di depan ji hyun.
“naiklah”
ji hyun pun langsung naik dan langsung menuju
ke sekolahnya.
sesampainya di sekolahnya. ji hyun pun tak
melihat bus yang akan di pakai mereka. jam memang sudah menunjukkan pukul
07.20. dan busnya sendiri berangkat pukul 07.00.
“ya ! ettokae ?”
“harus bagaimana lagi ? memang sudah terlambat”
“hah !!! aku lelah !!!” ji hyun pun berteriak
di kursi dekat halaman sekolah
“bagaimana kalo kita….”
“kalian juga telat ?” Tanya kai
“kai ? kau juga telat ?”
“ya seperti itulah”
“apakah kyungsoo hadir ?”
“sepertinya begitu. kan dia wakilmu”
“aku harus menelponnya”
ji hyun pun menelpon kyungsoo. kyungsoo adalah
wakilnya yang duduk di kelas 11.1 . dia adalah murid yang menjadi juara dua di
kelasnya. mungkin karena kepintarannya ia di lantik menjadi wakil ketua dewan
siswa.
“ya, kyungsoo-ah ?”
“ji hyun !”
“mian, aku telat”
“kau ini bagaimana sih ?!”
“di insadong, mobilku terkena macet”
“nanti akan ku sampaikan kepada yang lain”
“mian ne”
“iya”
“kai juga terlambat”
“bagaimana jika kalian berangkat dengan bus
kota ?”
“dengan bus ? bus kota ?”
“iya”
“ide bagus ! baiklah aku berangkat !”
ji hyun mematikan telponnya dan segera meanrik
tangan luhan dan kai menuju ke halte bus.
sesampainya di halte bus. mereka duduk di kursi
panjang semabri menunggu bus menuju ke busan.
“pasti lama”
“jngan bicara seperti itu lu, siapa tau saja
busnya datang lebih awal”
“aku sudah capek, kenapa harus nunggu lagi ?”
“kau egois ! kalau tak mau nunggu ya jalan saja
sana !”
“kalian kenapa sangat akrab ?” Tanya kai heran
“diakan yeojachinguku !”
“ya ! xia lu !”
luhan pun mengalungkan tangannya di baju ji
hyun . membuat ji hyun sangat risih. apa lagi di lihat oleh kai.
“jongmal ? kalian sangat cocok kok”
“gomawo” jawab luhan
“luhan luhan ! kau memang egois !”
ji hyun menjitak kepala luhan sementara, mereka
tidak nyadar jika ada sepasang mata yang dari tadi memperhatikannya.
tak beberapa lama kemudian. akhirnya bus ke
busan datang. dan mereka bertiga masuk ke dalamnya. dan seseorang yang melihat
ji hyun tadi akhirnya ikut memasuki bus.
dengan tatapan benci, pria itu pun duduk di
belakang kursi ji hyun dan luhan.
‘kau tau ji hyun ! aku masih sangat mencintaimu
! tapi kenapa kau bersama dia !?’ batin pria itu
ia mengenakan jaket berwarna hitam. mukanya di
tutupi oleh masker dan kacamata sehingga tak kelihatan sedikit pun wajahnya.
“kau mau makan es krim nanti ?”
“boleh, kau suka es krim rasa apa ?”
“vanilla ice cream”
“hm… tapi aku lebih suka rasa taro”
“itu bukan es krim tapi bubble tea. kau aneh lu
!”
“hahaha, iya, aku suka es krim rasa mangga”
“aku rasa itu juga enak”
luhan hanya tersenyum. sementara pria di
belakangnya tersenyum kecut dnegan muka tidak ikhlas. sebenarnya siapa dia ?
