Author :
Putri Tassya Nurin Fazlinna
Title :
Don’t Go
Genre :
Romance, Sad, Friendship, School Life, Marriage Life
Rating :
PG-14
Main Cast :
Xi Luhan, Park Ji Hyun, Kim Hye Rim
Other Cast :
Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Wu Yi Fan
Length :
Chapter
Note : No
Copy And Paste
Theme : What
Is Love ?
CHAPTER 1
Present
Tepat hari Rabu, ya, ini adalah hari yang
paling tak di sukai oleh Ji Hyun. hari ini ada pelajaran arimatika dan juga
Hanja.
ia berjalan
lunglai di koridor sekolah, seperti biasanya. ia harus membereskan laboratorium
terlebih dahulu. jadwal piketnya adalah hari rabu. hari yang tidak pernah ia
idam idamkan.
Seoul Of
Performing Art High School, itulah sekolahnya. sekolah yang memiliki murid
murid yang sangat berprestasi. terutama Ji Hyun. kepintarannya melebihi guru.
bahkan suatu hari pernah saat ia tertidur di kelasnya dan saat itu pelajaran
Sosiologi. tak beberapa lama, kang sonsaengnim melihat Ji Hyun tidur dan
membangunkannya, menyuruhnya untuk mengerjakan soal di papan. Ji Hyun hanya
mengangguk. dengan setengah mata terpejam ia dapat menjawab soal yang tak ia
mengerti sekaligus karena itu adalah materi terbaru dari kang sonsaengnim
dengan benar dan lengkap.
setelah
menyelesaikan tugasnya, remaja wanita yang berIQ 200 ini pun pulang. tentunya
menggunakan sepeda kesukaannya. karena udara memang sangat bersahabat. hari
ini, musim semi telah di mulai. bunga bunga pun bermekaran dengan indahnya. Ji
Hyun menghentikan sepedanya di depan gerbang rumahnya. baru memasukkan
sepedanya, ia melihat tetangga depan rumahnya yang sepertinya baru pindah atau
bisa di sebut tetangga baru sih.
“Opppa !!!!”
ia memanggil
kakak laki lakinya yang bernama Byun Baekhyun itu
“wae ?”
“dia siapa
?”
“dia ? dia
tetangga baru kita. kata bibi sih pindahan dari china. memang kenapa ha ?”
“slowly
brother !!! aku Cuma penasaran saja”
“oh iya,
eomma pulang 2 bulan lagi”
“kenapa
sangat lama sekali ?”
“manaku tau,
sudah sana masuk”
“tak kau
suruh juga aku akan masuk ”
“otak saja
kau pintar ! tapi kau tak pernah menghargai kakakmu ya !!!”
“kau mau
dihargai ? harganya berapa ? 10.000 won ? hahahaha”
“dasar kau !
adik jahanam !”
“masih
mending aku, dari pada kau. eyeliner saja yang kau tebalkan. tapi bibirmu
sungguh sangat tipis. huh !”
“jaga
mulutmu PARK JI HYUN !!!”
“mulutku tak
akan kemana mana oppa !”
baekhyun
mengalah karena tau jika adiknya memang benar benar cerdik dalam hal berdebat.
sungguh, ia selalu kalah dalam hal ini.
akhirnya Ji
Hyun pun masuk dan di lanjutkan oleh kakaknya.
---
~kringgggg….
telpon rumah
Ji Hyun bergetar. Ji Hyun yang melihat tv pun langsung mengangkatnya.
“Yoboseo ?”
“Ji Hyun-ah
?”
“eomma !
kapan eomma pulang ?”
“2 bulan
lagi chagi, oh iya…. tetangga kita yang baru itu adalah teman eomma. besok
anaknya akan sekolah bersamamu. ia sama denganmu, kelas 11.1 , namanya xi
luhan. besok pagi jangan lupa tunggu dia ya”
“xi luhan ?
kenapa aku harus menunggunya ? dan kenapa dia masuk ke kelasku. bukannya
kelasku khusus orang orang berIQ 150+ ?”
“IQnya 170
chagi”
“kenapa
harus ?”
“karena dia
temanmu”
“tepatnya
akan menjadi eomma”
“ne, sudah
dulu ya. eomma masih meeting”
“arraseo”
“annyeong hi
gyeseo”
“ne”
Ji Hyun pun
langusng mematikan tvnya dan naik menuju ke lantai dua. menuju kesalah satu
kamar paling ujung. ya itu adalah kamar kakaknya, baekhyun.
“oppa !”
pintu pun
terbuka. menampilkan sosok baekhyun yang sedang membuka laptopnya
“bisakah kau
mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ?”
“tapi, aku
sangat ingin curhat denganmu”
“baiklah,
curhat tentang apa ?”
“kau yang
menyuruh eomma ?”
“menyuruh
apa ?”
“kau
menyuruh eomma supaya aku dekat dengan anak tetangga baru kita ?”
“kau mau
curhat atau menjadi detektif ha ?”
“ya,
tepatnya aku Tanya kepadamu ! jawab !”
“aku tak tau
masalah itu, aku hanya menyuruh eomma untuk mengenalkanmu kepada anak teman
eomma”
“jadi kau
sudah tau jika itu teman eomma ?”
“tentu”
“tapi kenapa
kau tadi sore berbohong ?”
“karena aku
terpaksa”
“kau jahat
!”
“kau mau apa
? mewek lagi ?”
“dasar ! kau
adalah orang yang paling aneh !”
ia pun tidur
di sebelah kakaknya. mengambil alih laptopnya dan membuka akun twitternya.
“kau masih
pacaran dengan oh sehun ?”
“tentu”
“kenapa kau tak
memutuskan dia saja ?”
“memang
harus ?”
“dia itu
orang bejat ! bahkan ia meniduri wanita setiap minggunya”
“terus ?”
“kau tak
takut ?”
“takut ?
bukannya aku ikut perguruan karate ya ? apa kau lupa dengan adikmu sendiri ?”
“kau ada
benarnya sih. tapi aku peringatkan sekali lagi. jangan dekat dekat dengan dia”
“terus ?”
“karena aku
sayang denganmu, makanya aku menasehatimu, Ji Hyun”
“aku juga
menyayangimu oppa, tapi, apakah aku tak boleh mencintainya ? dialah cintaku.
siapa tau saja, aku dapat mengubah sifatnya”
“terserah,
yang penting kau jaga jarak saja dengan dia”
“arraseo”
setelah puas
Ji Hyun bermain laptop, dan memesan keperluannya lewat internet. Ji Hyun pun
kembali lagi ke kamarnya dan langsung tidur. karena hari juga sudah mulai gelap
gulita.
---
fajar pun telah mengeluarkan cahayanya.
menembus bilik bilik kamar Ji Hyun. Ji Hyun pun mengerjap ngerjapkan matanya.
‘ternyata sudah pagi’ ucapnya dalam hati. ia pun segera bangun dan masuk ke
dalam kamar mandi.
seperempat
jam ia mandi, ia pun keluar dengan menggunakan piyama. menitiskan rambutnya
yang basah di handuknya.
~teet…..
teet…..
ada yang
memencet bel diluar. Ji Hyun pun menelpon pembantunya dan menyuruhnya untuk
mengambil pesanannya. yap, ia memesan makanan siap saji. pizza, itulah menu sarapannya
kali ini. pembantunya atau biasa di sapa bibi itu langsung mengantarkan pizza
itu kedalam kamar Ji Hyun.
“kau memesan
pizza lagi ?” Tanya baekhyun
“ne”
“bolehkah
kau membagi setengahnya untukku ?”
“aku telah
membelikanmu beef burger dibawah. cepat sana ambil dan makan bersamaku disini”
“aku akan
memakannya di kamarku sendiri. jika aku makan bersamamu, pasti burgerku akan
kau santap”
“aku bukan
ayam yang makan apa saja oppa byun baekhyun”
“arraseo”
akhirnya
oppanya pun menuruni tangga dan mengambil beef burgernya. sementara Ji Hyun,
menghabiskan pizzanya lalu berganti baju sekolah.
setelah
ganti baju dan member satu jepit berwarna kuning di rambut pirangnya, Ji Hyun
pun bergegas untuk berangkat sekolah. sampai di depan rumah, ia melihat xi
luhan, yang pernah eommanya bilang kemarin. dia sangat tampan dan sepertinya
dia orang baik. akhirnya Ji Hyun berniat menghampirinya.
“annyeong”
“ne”
“kau xi
luhan ?”
“ne”
“sekolah di
SOPA ?”
“ne”
“bagaimana
jika kau berangkat bersamaku ? aku satu sekolah denganmu, dan sepertinya kau
juga akan satu kelas denganku”
“oh, ne
arraseo”
“ambil
sepedahmu lalu kita berangkat”
“sepeda ?”
“iya,
sepeda”
“aku tak
mempunyainya”
“ottok’e ?”
“bagaimana
jika aku yang memboncengmu ?”
“kau ?
hahaha, badanku sangat berat”
“aku bisa”
“jangan
salahkan aku jika sampai sekolah kau akan kurus seperti sapu lidi”
“hah, jangan
bicara yang tidak tidak. turunlah”
“ok”
akhirnya Ji
Hyun pun turun dan luhan yang memboncengnya. untung saja sepeda Ji Hyun cukup
untuk 2 orang. mereka pun akhirnya berangkat bersama. menikmati udara seoul
yang sangat indah akibat musim semi, walaupun sedikit dingin.
“umurmu
berapa ?”
“aku ?
umurku 17”
“berarti
kita sama dong”
“bukannya
kau orang china ? mengapa kau fasih berbahasa korea ?”
“karena aku
pernah sekolah disini”
“maksudnya
?”
“pertukaran
pelajar”
“kau orang
pintar ya ?”
“bisa
dibilang seperti itu sih”
“IQmu berapa
?”
“170”
“pantas saja
kau masuk dikelasku”
“bagaimana
kau bisa tau ?”
“eommaku
yang memberitahunya”
“baguslah
kalau begitu, berarti aku punya teman dong”
“pastinya”
perbincangan
itu terjadi di tengah kepadatan kota seoul. sampai akhirnya, mereka berdua
sampai di sekolah.
semua mata
tertuju pada sosok Ji Hyun dan luhan. sepertinya banyak yeoja yang akan
menyukai luhan. Ji Hyun, menggandeng tangan luhan.
“jangan kau
dekati yeoja disini, kau dekati saja yeoja dikelas kita nanti. mereka jauh
lebih pintar dari pada yeoja di depanmu”
“bagaimana
kau bisa tau jika aku sangat suka yeoja yang pintar ?”
“kebanyakan
orang pintar menyukai orang pintar”
lalu, mereka
pun berlalu dari segerombolan gadis gadis itu. mereka menuju ke kelas mereka.
kelas 11.1
adalah kelas yang sangat di idam idamkan oleh setiap murid di sekolah ini.
kelas 11.1 merupakan kelas yang terkenal sebagai kelas paling pintar. kelas
11.1 hanya memiliki 20 orang murid. termasuk kelas VIP diantara 2 kelas yang
lain. criteria jika ingin masuk kelas ini sangat gampang. siswa dan siswinya
harus mempunyai IQ di atas rata rata yaitu 150+. kelas disini dilengkapi dengan
computer di meja setiap murid , tv, ac, pintu otomatis, laboratorium, perpus
dan masih banyak lagi. bahkan kelas ini juga memiliki ruang radionya sendiri.
semua murid disini bersusah payah untuk menyaingi kepintaran Ji Hyun.
berbeda
dengan Ji Hyun yang tak pernah belajar, murid murid di kelas ini setiap harinya
hanya membaca buku dan belajar. namun Ji Hyun, Ji Hyun layaknya yeoja yeoja
lainnya. tapi anehnya, Ji Hyun masih saja bisa mengungguli teman teman
sekelasnya.
~kring…..
bel pun
berbunyi, dan saatnya semua murid masuk kedalam kelasnya masing masing.
pelajaran Kimia dimulai. kim sonsaengnim pun memperkenalkan luhan di depan
teman teman Ji Hyun.
“perkenalkan,
nama saya xi luhan, saya pindahan dari Beijing china. semoga kalian dapat
menerima saya dengan baik”
sontak
seluruh siswi disini memfokuskan pandangannya pada namja tampan dihadapan
mereka. bahkan yang lainnya saling menatap. ada yang bilang jika luhan harus
menjadi miliknya dan masih banyak lagi. luhan duduk di belakang Ji Hyun.
“syukurlah
kau duduk di belakangku”
“aku senang
dapat bersekolah disini”
“tapi
kejutan itu belum berakhir, aku akan melihatkan satu ruangan lagi yang mungkin
akan membuatmu syok sampai kau pingsan”
“aku tak
sabar menantinya”
“tunggu saja
nanti”
luhan hanya
tersenyum dan mengeluarkan bukunya. sama seperti yang dilakukan oleh murid
murid lainnya.
---
pelajaran Kimia
pun akhirnya telah terlewati, saatnya istirahat. seperti yang telah Ji Hyun
janjikan tadi, ia akan mengajak luhan ke suatu ruangan yang mungkin dapat
membuat luhan kagum.
“kau mau
mengajakku kemana ?”
“kau mau tau
?”
“tentunya”
“kalau
begitu, ikut aku”
Ji Hyun
menarik tangan luhan menuju ke belakang sekolah. namun di belakang sekolah tak
ada apa apa. hanya ada sebuah kolam renang.
“kolam
renang ?”
“bukan”
“terus ?”
“di sebelah
sana, kau suka basket kan ?”
“bagaimana
kau bisa tau ?”
“akun
weibomu, kemarin aku melihatnya dank au menulis bio ‘Basket Is My Life’ , bukan
begitu ?”
“kalau
lapangan basket, aku juga sudah pernah tau. mana yang special ?”
“silahkan
masuk dan liat dalamnya”
luhan mengikuti
instruksi dari Ji Hyun, ia berjalan dan membuka pintu masuk lapangan basket.
saat pintu
itu terbuka, luhan hanya diam. apa yang sedang ia fikirkan ?
“ini
lapangan basket biasa”
“aku ingin
menunjukkan kepadamu sesuatu, mundurlah sedikit sampai garis merah ini”
luhan pun
mundur dan berdiri di samping Ji Hyun. Ji Hyun tersenyum dan memencet suatu
tombol. membuat lapangan itu berubah seketika menjadi sebuah panggung teater.
“wow”
“sudahku
bilang kau akan bilang itu”
“bagaimana
bisa ?”
“ini hanya
seperti robot saja, dan jika kau pencet 3 kali, maka hasilnya akan seperti ini”
panggung
teater tersebut langusng berubah menjadi ruang music. bagaimana bisa terjadi ?
inilah teknologi yang dibuat oleh murid murid Seoul Of Performing Art High
School.
Ji Hyun mengubahnya
kembali menjadi sebuah lapangan basket.
“bicara
tentang lapangan basket, bagaimana jika sepulang sekolah nanti, kau ke rumahku”
“ke rumahmu
?”
“iya, aku
punya sesuatu dari china dan mengenai basket”
“kau akan
memberikannya kepadaku ?”
“tentunya, kau
kan sekarang menjadi sahabatku”
“sahabat ?”
“apa kau mau
?”
“tentu saja
xi luhan, kau juga namja baik. aku ingin berteman denganmu”
saat mereka
mengeratkan jari kelingkingnya, tiba tiba saja sosok namja yang selalu di
takuti oleh siswa siswi disini pun datang, namanya Oh Sehun. dia adalah murid
kelas 12.9 , ia adalah namja paling brengsek yang menjadi pacar dari Ji Hyun
sendiri.
“mengapa kau
disini, chagi ?”
“oh,
sehunnie, kenalkan. dia temanku eh bukan, dia sahabatku, namanya xi luhan. ia
tinggal di depan rumah ku”
“xi luhan”
“oh sehun”
“kau
namjachingunya Ji Hyun ?”
“yap, kau
benar sekali”
seketika
muka xi luhan pun berubah dengan derastis, hm…. kenapa dia ? mukanya sangat
pucat bahkan lebih pucat dari seorang mayat sekalipun.
“aku ingin
bicara denganmu chagi”
“oh,
baiklah. luhan-ssi, aku pergi dulu ne”
“ne”
luhan
memandanginya dalam diam. melihat pungguh yeoja itu yang semakin menjauh dari
pandangannya dan hilang menembus pintu ruangan.
‘rasanya,
tulang rusukku seperti ada yang hilang’ ungkapnya dalam hati
---
setelah hari
pertamanya sekolah, sekarang, namja tampan itu hanya diam di rumahnya. karena
hari ini hari minggu. weekend yang buruk baginya. hanya memandangi rumah Ji
Hyun.
“hanya ingin
melihatmu membuka gorden biru itu lalu menyapaku, Ji Hyun” ucapnya lirih.
maklum saja,
matahari pun belum berani menampakkan diri, apa yang terjadi dengan luhan ?
“mengapa kau
mencintai namja itu ?” ia bertanya Tanya dan memikirkan jawaban yang mungkin
akan di lontarkan oleh Ji Hyun jika ia menanyakan hal itu.
“aku hanya
bisa menunggumu untuk kembali menyapaku”
ia beranjak
dari kursi yang berada di depan jendela itu.
akhirnya jam
menunjukkan pukul 09.00, namun luhan sudah terlanjur tidur karena semalam ia
begadang. ia lupa dengan janjinya yang kemarin ia lontarkan kepada Ji Hyun,
sebenarnya sih, kemarin sore seharusnya janji itu di tetapi oleh Ji Hyun,
karena Ji Hyun sedang pacaran dengan oh sehun, maka janji itu tertunda hingga
hari ini.
Ji Hyun
mengetuk pintu luar rumah luhan, namun tak ada jawaban satu pun. apakah eomma
dan appanya bekerja ? bukannya hari ini hari minggu ?
akhirnya Ji
Hyun memutuskan untuk langsung memasuki rumah luhan, pintu rumah dengan
dekorasi modern itu pun akhirnya terbuka.
“sangat sepi
sekali” ucap Ji Hyun sambil memanggil nama luhan
ia terus
berjalan menuju ke lantai dua, ia melihat tulisan di depan pintu itu dengan
nama “Prince Deer”. ia sangat yakin jika ini adalah kamar luhan. ia membuka
kamar itu dan menampilkan sosok luhan yang sedang tertidur di kursinya yang
menghadap kea rah kamarnya.
“apa kau
menungguku ?” Tanya Ji Hyun sambil mendekati luhan
“rupanya kau
tertidur ya ? hey… luhan-ssi ! bangun !” Ji Hyun pun menggerak gerakkan pundak
luhan
mata sipit
luhan pun mengerjap ngerjap dan ia langsung duduk tegak karena di depannya ada
yeoja yang ia tunggu tunggu sedari petang tadi.
“kau
menungguku ?”
“aniya, aku
hanya ingin menghirup udara segar saja, tapi sayangnya aku justru ketiduran”
“kau payah,
oh iya, namamu unik juga, Prince Deer. apa kau mirip dengan rusa ?”
“tidak, aku
hanya menyukainya”
“dasar kau
anak rusa !”
Ji Hyun pun
menjitak kepala luhan dan luhan meringis kesakitan. saat Ji Hyun bicara seperti
itu, tiba tiba saja wajah luhan berubah.
menjadi murung dan sedih.
“waeyeo ?”
#FlashBack
saat luhan
duduk di kelas 1 Seoul Of Art Junior High School, ia mempunyai yeoja chingu
yang bernama Kim Hye Rim, sikapnya sama dengan Ji Hyun, dan pada suatu hari ia
teringat, saat Hye Rim membuka ponsel milik luhan. ia menemukan foto rusa yang
sangat menggemaskan.
“kau suka
rusa ?”
“tentu saja”
“apa kau
menyukainya ?”
“tentu saja”
“jadi kau
lebih menyukai rusa dari pada aku ? dasar kau ANAK RUSA !”
lalu Kim Hye
Rim pun menjitak kepala luhan.
#FlashBackEnd
itulah yang
membuat luhan ingat dengan first lovenya, Kim Hye Rim.
“Waeyeo
luhan-ssi ?”
“ah, aniyeo.
aku hanya teringat masa laluku. saat aku di panggil anak rusa oleh temanku”
“teman atau
teman. tak mungkin kau mengingatnya jika hanya teman”
“kau benar
sekali, tepatnya ia adalah first loveku”
“siapa
namanya ?”
“namanya…”
tiba tiba
saja hp luhan berbunyi. ia langsung mengangkatnya yang ternyata itu dari kakak
laki lakinya Wu Yi Fan.
“yoboseo ?”
“luhan-ssi !
eomma akan ke hongkong dalam waktu 1minggu ini, jika kau butuh uang. datang
saja ke rumah hyung. alamatnya di hongdae, dekat toko bungeoppang dan bbapki”
{bungeoppang
:kue berbentuk ikan dengan isian selai | bbapki : permen tradisional korea
dengan campuran beaking soda}
“ne ne
hyung”
“mian, hyung
lagi sibuk. sudah dulu ya. jangan lupa kau matikan telponnya”
“ne”
kakak luhan
pun akhirnya menyudahi telpon itu. smentara Ji Hyun hanya melihat koleksi
miniature paris milik luhan.
“hm…. kau
pernah ke paris ya ?”
“pernah,
gara gara waktu itu mengantar eomma”
“miniaturnya
sangat bagus, bahkan ada namamu”
“kau mau ?
kalau kau mau, ambil saja”
“jongmal ?
aku hanya ingin mengambil yang ada namamu saja”
“oh iya, ini
yang aku ingin kasih untukmu”
“apa ?”
“buka saja”
Ji Hyun pun
membukanya, menampilkan sebuah boneka rusa sedang bermain basket.
“ini untukku
?”
“ne”
“kenapa
rusanya perempuan ?”
“karena pasangannya
ada di ponselku”
“ini couple
?”
“tentu saja,
friend couple”
“hahaha,
gomawo ne”
“iya sama
sama”
Ji Hyun
memasang bonekaa itu di ponselnya. sangat lucu sekali jika mereka menelpon di
jarak yang berdekatan. seperti seorang pasangan kekasih.
“bagaimana
jika kita ke jinhae ?”
“jinhae ?”
“iya, di
kota changwon-si, dekat busan”
“itu sangat
jauh dari seoul”
“memangnya
kenapa ?”
“apa tidak
terlalu lama ?”
“tentu saja
tidak, sudah cepat bawa jaketmu”
“baiklah”
“aku ingin
juga mengajakmu ke namsan tower. di puncak sana ada hweori gamja”
“hweori
gamja ?”
“maksudku, tornado
potato”
“naik kereta
listrik ?”
“tentu”
“aku takut
ketinggian”
“pegangan
saja dengan rusamu itu, anak rusa ! sudah cepat !”
“Berhenti
memanggilku anak rusa !”
“ish !”
‘jika buka
karnamu mungkin aku tak mau Ji Hyun !’ ungkapnya dalam hati
akhirnya
mereka berdua pergi ke jinhae. kebetulan sedang musim semi. bukannya bunga
bunga sakura disana sedang bermekaran ? walaupun mereka harus menempuh
perjalanan selama 4 jam dari seoul ke busan dan di tambah 1 jam lagi untuk
mencapai provinsi gyeongsangnam-do. sebelum ke jinhae mereka berhenti di namsan
tower, hanya untuk memasang gembok cinta, makan tornado potato, mengunjungi
museum teddy bear dan makan di restoran di atas menara. ini sangat menyenangkan
bukan ?

0 komentar:
Posting Komentar