Rabu, 26 Maret 2014

Don't Go | Just Friend [Chapter 1]


Author : Putri Tassya Nurin Fazlinna
Title : Don’t Go
Genre : Romance, Sad, Friendship, School Life, Marriage Life
Rating : PG-14
Main Cast : Xi Luhan, Park Ji Hyun, Kim Hye Rim
Other Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Wu Yi Fan
Length : Chapter
Note : No Copy And Paste
Theme : What Is Love ?

CHAPTER 1

Present

   Tepat hari Rabu, ya, ini adalah hari yang paling tak di sukai oleh Ji Hyun. hari ini ada pelajaran arimatika dan juga Hanja.
ia berjalan lunglai di koridor sekolah, seperti biasanya. ia harus membereskan laboratorium terlebih dahulu. jadwal piketnya adalah hari rabu. hari yang tidak pernah ia idam idamkan.


Seoul Of Performing Art High School, itulah sekolahnya. sekolah yang memiliki murid murid yang sangat berprestasi. terutama Ji Hyun. kepintarannya melebihi guru. bahkan suatu hari pernah saat ia tertidur di kelasnya dan saat itu pelajaran Sosiologi. tak beberapa lama, kang sonsaengnim melihat Ji Hyun tidur dan membangunkannya, menyuruhnya untuk mengerjakan soal di papan. Ji Hyun hanya mengangguk. dengan setengah mata terpejam ia dapat menjawab soal yang tak ia mengerti sekaligus karena itu adalah materi terbaru dari kang sonsaengnim dengan benar dan lengkap.

setelah menyelesaikan tugasnya, remaja wanita yang berIQ 200 ini pun pulang. tentunya menggunakan sepeda kesukaannya. karena udara memang sangat bersahabat. hari ini, musim semi telah di mulai. bunga bunga pun bermekaran dengan indahnya. Ji Hyun menghentikan sepedanya di depan gerbang rumahnya. baru memasukkan sepedanya, ia melihat tetangga depan rumahnya yang sepertinya baru pindah atau bisa di sebut tetangga baru sih.

“Opppa !!!!”
ia memanggil kakak laki lakinya yang bernama Byun Baekhyun itu
“wae ?”
“dia siapa ?”
“dia ? dia tetangga baru kita. kata bibi sih pindahan dari china. memang kenapa ha ?”
“slowly brother !!! aku Cuma penasaran saja”
“oh iya, eomma pulang 2 bulan lagi”
“kenapa sangat lama sekali ?”
“manaku tau, sudah sana masuk”
“tak kau suruh juga aku akan masuk ”
“otak saja kau pintar ! tapi kau tak pernah menghargai kakakmu ya !!!”
“kau mau dihargai ? harganya berapa ? 10.000 won ? hahahaha”
“dasar kau ! adik jahanam !”
“masih mending aku, dari pada kau. eyeliner saja yang kau tebalkan. tapi bibirmu sungguh sangat tipis. huh !”
“jaga mulutmu PARK JI HYUN !!!”
“mulutku tak akan kemana mana oppa !”
baekhyun mengalah karena tau jika adiknya memang benar benar cerdik dalam hal berdebat. sungguh, ia selalu kalah dalam hal ini.
akhirnya Ji Hyun pun masuk dan di lanjutkan oleh kakaknya.

---

~kringgggg….

telpon rumah Ji Hyun bergetar. Ji Hyun yang melihat tv pun langsung mengangkatnya.
“Yoboseo ?”
“Ji Hyun-ah ?”
“eomma ! kapan eomma pulang ?”
“2 bulan lagi chagi, oh iya…. tetangga kita yang baru itu adalah teman eomma. besok anaknya akan sekolah bersamamu. ia sama denganmu, kelas 11.1 , namanya xi luhan. besok pagi jangan lupa tunggu dia ya”
“xi luhan ? kenapa aku harus menunggunya ? dan kenapa dia masuk ke kelasku. bukannya kelasku khusus orang orang berIQ 150+ ?”
“IQnya 170 chagi”
“kenapa harus ?”
“karena dia temanmu”
“tepatnya akan menjadi eomma”
“ne, sudah dulu ya. eomma masih meeting”
“arraseo”
“annyeong hi gyeseo”
“ne”
Ji Hyun pun langusng mematikan tvnya dan naik menuju ke lantai dua. menuju kesalah satu kamar paling ujung. ya itu adalah kamar kakaknya, baekhyun.
“oppa !”
pintu pun terbuka. menampilkan sosok baekhyun yang sedang membuka laptopnya
“bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ?”
“tapi, aku sangat ingin curhat denganmu”
“baiklah, curhat tentang apa ?”
“kau yang menyuruh eomma ?”
“menyuruh apa ?”
“kau menyuruh eomma supaya aku dekat dengan anak tetangga baru kita ?”
“kau mau curhat atau menjadi detektif ha ?”
“ya, tepatnya aku Tanya kepadamu ! jawab !”
“aku tak tau masalah itu, aku hanya menyuruh eomma untuk mengenalkanmu kepada anak teman eomma”
“jadi kau sudah tau jika itu teman eomma ?”
“tentu”
“tapi kenapa kau tadi sore berbohong ?”
“karena aku terpaksa”
“kau jahat !”
“kau mau apa ? mewek lagi ?”
“dasar ! kau adalah orang yang paling aneh !”
ia pun tidur di sebelah kakaknya. mengambil alih laptopnya dan membuka akun twitternya.

“kau masih pacaran dengan oh sehun ?”
“tentu”
“kenapa kau tak memutuskan dia saja ?”
“memang harus ?”
“dia itu orang bejat ! bahkan ia meniduri wanita setiap minggunya”
“terus ?”
“kau tak takut ?”
“takut ? bukannya aku ikut perguruan karate ya ? apa kau lupa dengan adikmu sendiri ?”
“kau ada benarnya sih. tapi aku peringatkan sekali lagi. jangan dekat dekat dengan dia”
“terus ?”
“karena aku sayang denganmu, makanya aku menasehatimu, Ji Hyun”
“aku juga menyayangimu oppa, tapi, apakah aku tak boleh mencintainya ? dialah cintaku. siapa tau saja, aku dapat mengubah sifatnya”
“terserah, yang penting kau jaga jarak saja dengan dia”
“arraseo”
setelah puas Ji Hyun bermain laptop, dan memesan keperluannya lewat internet. Ji Hyun pun kembali lagi ke kamarnya dan langsung tidur. karena hari juga sudah mulai gelap gulita.

---

   fajar pun telah mengeluarkan cahayanya. menembus bilik bilik kamar Ji Hyun. Ji Hyun pun mengerjap ngerjapkan matanya. ‘ternyata sudah pagi’ ucapnya dalam hati. ia pun segera bangun dan masuk ke dalam kamar mandi.
seperempat jam ia mandi, ia pun keluar dengan menggunakan piyama. menitiskan rambutnya yang basah di handuknya.
~teet….. teet…..
ada yang memencet bel diluar. Ji Hyun pun menelpon pembantunya dan menyuruhnya untuk mengambil pesanannya. yap, ia memesan makanan siap saji. pizza, itulah menu sarapannya kali ini. pembantunya atau biasa di sapa bibi itu langsung mengantarkan pizza itu kedalam kamar Ji Hyun.
“kau memesan pizza lagi ?” Tanya baekhyun
“ne”
“bolehkah kau membagi setengahnya untukku ?”
“aku telah membelikanmu beef burger dibawah. cepat sana ambil dan makan bersamaku disini”
“aku akan memakannya di kamarku sendiri. jika aku makan bersamamu, pasti burgerku akan kau santap”
“aku bukan ayam yang makan apa saja oppa byun baekhyun”
“arraseo”
akhirnya oppanya pun menuruni tangga dan mengambil beef burgernya. sementara Ji Hyun, menghabiskan pizzanya lalu berganti baju sekolah.

setelah ganti baju dan member satu jepit berwarna kuning di rambut pirangnya, Ji Hyun pun bergegas untuk berangkat sekolah. sampai di depan rumah, ia melihat xi luhan, yang pernah eommanya bilang kemarin. dia sangat tampan dan sepertinya dia orang baik. akhirnya Ji Hyun berniat menghampirinya.
“annyeong”
“ne”
“kau xi luhan ?”
“ne”
“sekolah di SOPA ?”
“ne”
“bagaimana jika kau berangkat bersamaku ? aku satu sekolah denganmu, dan sepertinya kau juga akan satu kelas denganku”
“oh, ne arraseo”
“ambil sepedahmu lalu kita berangkat”
“sepeda ?”
“iya, sepeda”
“aku tak mempunyainya”
“ottok’e ?”
“bagaimana jika aku yang memboncengmu ?”
“kau ? hahaha, badanku sangat berat”
“aku bisa”
“jangan salahkan aku jika sampai sekolah kau akan kurus seperti sapu lidi”
“hah, jangan bicara yang tidak tidak. turunlah”
“ok”
akhirnya Ji Hyun pun turun dan luhan yang memboncengnya. untung saja sepeda Ji Hyun cukup untuk 2 orang. mereka pun akhirnya berangkat bersama. menikmati udara seoul yang sangat indah akibat musim semi, walaupun sedikit dingin.

“umurmu berapa ?”
“aku ? umurku 17”
“berarti kita sama dong”
“bukannya kau orang china ? mengapa kau fasih berbahasa korea ?”
“karena aku pernah sekolah disini”
“maksudnya ?”
“pertukaran pelajar”
“kau orang pintar ya ?”
“bisa dibilang seperti itu sih”
“IQmu berapa ?”
“170”
“pantas saja kau masuk dikelasku”
“bagaimana kau bisa tau ?”
“eommaku yang memberitahunya”
“baguslah kalau begitu, berarti aku punya teman dong”
“pastinya”
perbincangan itu terjadi di tengah kepadatan kota seoul. sampai akhirnya, mereka berdua sampai di sekolah.


semua mata tertuju pada sosok Ji Hyun dan luhan. sepertinya banyak yeoja yang akan menyukai luhan. Ji Hyun, menggandeng tangan luhan.
“jangan kau dekati yeoja disini, kau dekati saja yeoja dikelas kita nanti. mereka jauh lebih pintar dari pada yeoja di depanmu”
“bagaimana kau bisa tau jika aku sangat suka yeoja yang pintar ?”
“kebanyakan orang pintar menyukai orang pintar”
lalu, mereka pun berlalu dari segerombolan gadis gadis itu. mereka menuju ke kelas mereka.

kelas 11.1 adalah kelas yang sangat di idam idamkan oleh setiap murid di sekolah ini. kelas 11.1 merupakan kelas yang terkenal sebagai kelas paling pintar. kelas 11.1 hanya memiliki 20 orang murid. termasuk kelas VIP diantara 2 kelas yang lain. criteria jika ingin masuk kelas ini sangat gampang. siswa dan siswinya harus mempunyai IQ di atas rata rata yaitu 150+. kelas disini dilengkapi dengan computer di meja setiap murid , tv, ac, pintu otomatis, laboratorium, perpus dan masih banyak lagi. bahkan kelas ini juga memiliki ruang radionya sendiri. semua murid disini bersusah payah untuk menyaingi kepintaran Ji Hyun.

berbeda dengan Ji Hyun yang tak pernah belajar, murid murid di kelas ini setiap harinya hanya membaca buku dan belajar. namun Ji Hyun, Ji Hyun layaknya yeoja yeoja lainnya. tapi anehnya, Ji Hyun masih saja bisa mengungguli teman teman sekelasnya.

~kring…..
bel pun berbunyi, dan saatnya semua murid masuk kedalam kelasnya masing masing. pelajaran Kimia dimulai. kim sonsaengnim pun memperkenalkan luhan di depan teman teman Ji Hyun.
“perkenalkan, nama saya xi luhan, saya pindahan dari Beijing china. semoga kalian dapat menerima saya dengan baik”
sontak seluruh siswi disini memfokuskan pandangannya pada namja tampan dihadapan mereka. bahkan yang lainnya saling menatap. ada yang bilang jika luhan harus menjadi miliknya dan masih banyak lagi. luhan duduk di belakang Ji Hyun.
“syukurlah kau duduk di belakangku”
“aku senang dapat bersekolah disini”
“tapi kejutan itu belum berakhir, aku akan melihatkan satu ruangan lagi yang mungkin akan membuatmu syok sampai kau pingsan”
“aku tak sabar menantinya”
“tunggu saja nanti”

luhan hanya tersenyum dan mengeluarkan bukunya. sama seperti yang dilakukan oleh murid murid lainnya.

---

pelajaran Kimia pun akhirnya telah terlewati, saatnya istirahat. seperti yang telah Ji Hyun janjikan tadi, ia akan mengajak luhan ke suatu ruangan yang mungkin dapat membuat luhan kagum.
“kau mau mengajakku kemana ?”
“kau mau tau ?”
“tentunya”
“kalau begitu, ikut aku”
Ji Hyun menarik tangan luhan menuju ke belakang sekolah. namun di belakang sekolah tak ada apa apa. hanya ada sebuah kolam renang.
“kolam renang ?”
“bukan”
“terus ?”
“di sebelah sana, kau suka basket kan ?”
“bagaimana kau bisa tau ?”
“akun weibomu, kemarin aku melihatnya dank au menulis bio ‘Basket Is My Life’ , bukan begitu ?”
“kalau lapangan basket, aku juga sudah pernah tau. mana yang special ?”
“silahkan masuk dan liat dalamnya”
luhan mengikuti instruksi dari Ji Hyun, ia berjalan dan membuka pintu masuk lapangan basket.

saat pintu itu terbuka, luhan hanya diam. apa yang sedang ia fikirkan ?
“ini lapangan basket biasa”
“aku ingin menunjukkan kepadamu sesuatu, mundurlah sedikit sampai garis merah ini”
luhan pun mundur dan berdiri di samping Ji Hyun. Ji Hyun tersenyum dan memencet suatu tombol. membuat lapangan itu berubah seketika menjadi sebuah panggung teater.
“wow”
“sudahku bilang kau akan bilang itu”
“bagaimana bisa ?”
“ini hanya seperti robot saja, dan jika kau pencet 3 kali, maka hasilnya akan seperti ini”
panggung teater tersebut langusng berubah menjadi ruang music. bagaimana bisa terjadi ? inilah teknologi yang dibuat oleh murid murid Seoul Of Performing Art High School.

Ji Hyun mengubahnya kembali menjadi sebuah lapangan basket.
“bicara tentang lapangan basket, bagaimana jika sepulang sekolah nanti, kau ke rumahku”
“ke rumahmu ?”
“iya, aku punya sesuatu dari china dan mengenai basket”
“kau akan memberikannya kepadaku ?”
“tentunya, kau kan sekarang menjadi sahabatku”
“sahabat ?”
“apa kau mau ?”
“tentu saja xi luhan, kau juga namja baik. aku ingin berteman denganmu”
saat mereka mengeratkan jari kelingkingnya, tiba tiba saja sosok namja yang selalu di takuti oleh siswa siswi disini pun datang, namanya Oh Sehun. dia adalah murid kelas 12.9 , ia adalah namja paling brengsek yang menjadi pacar dari Ji Hyun sendiri.

“mengapa kau disini, chagi ?”
“oh, sehunnie, kenalkan. dia temanku eh bukan, dia sahabatku, namanya xi luhan. ia tinggal di depan rumah ku”
“xi luhan”
“oh sehun”
“kau namjachingunya Ji Hyun ?”
“yap, kau benar sekali”
seketika muka xi luhan pun berubah dengan derastis, hm…. kenapa dia ? mukanya sangat pucat bahkan lebih pucat dari seorang mayat sekalipun.
“aku ingin bicara denganmu chagi”
“oh, baiklah. luhan-ssi, aku pergi dulu ne”
“ne”
luhan memandanginya dalam diam. melihat pungguh yeoja itu yang semakin menjauh dari pandangannya dan hilang menembus pintu ruangan.
‘rasanya, tulang rusukku seperti ada yang hilang’ ungkapnya dalam hati

---

setelah hari pertamanya sekolah, sekarang, namja tampan itu hanya diam di rumahnya. karena hari ini hari minggu. weekend yang buruk baginya. hanya memandangi rumah Ji Hyun.
“hanya ingin melihatmu membuka gorden biru itu lalu menyapaku, Ji Hyun” ucapnya lirih.
maklum saja, matahari pun belum berani menampakkan diri, apa yang terjadi dengan luhan ?
“mengapa kau mencintai namja itu ?” ia bertanya Tanya dan memikirkan jawaban yang mungkin akan di lontarkan oleh Ji Hyun jika ia menanyakan hal itu.
“aku hanya bisa menunggumu untuk kembali menyapaku”
ia beranjak dari kursi yang berada di depan jendela itu.

akhirnya jam menunjukkan pukul 09.00, namun luhan sudah terlanjur tidur karena semalam ia begadang. ia lupa dengan janjinya yang kemarin ia lontarkan kepada Ji Hyun, sebenarnya sih, kemarin sore seharusnya janji itu di tetapi oleh Ji Hyun, karena Ji Hyun sedang pacaran dengan oh sehun, maka janji itu tertunda hingga hari ini.

Ji Hyun mengetuk pintu luar rumah luhan, namun tak ada jawaban satu pun. apakah eomma dan appanya bekerja ? bukannya hari ini hari minggu ?
akhirnya Ji Hyun memutuskan untuk langsung memasuki rumah luhan, pintu rumah dengan dekorasi modern itu pun akhirnya terbuka.
“sangat sepi sekali” ucap Ji Hyun sambil memanggil nama luhan
ia terus berjalan menuju ke lantai dua, ia melihat tulisan di depan pintu itu dengan nama “Prince Deer”. ia sangat yakin jika ini adalah kamar luhan. ia membuka kamar itu dan menampilkan sosok luhan yang sedang tertidur di kursinya yang menghadap kea rah kamarnya.
“apa kau menungguku ?” Tanya Ji Hyun sambil mendekati luhan
“rupanya kau tertidur ya ? hey… luhan-ssi ! bangun !” Ji Hyun pun menggerak gerakkan pundak luhan
mata sipit luhan pun mengerjap ngerjap dan ia langsung duduk tegak karena di depannya ada yeoja yang ia tunggu tunggu sedari petang tadi.
“kau menungguku ?”
“aniya, aku hanya ingin menghirup udara segar saja, tapi sayangnya aku justru ketiduran”
“kau payah, oh iya, namamu unik juga, Prince Deer. apa kau mirip dengan rusa ?”
“tidak, aku hanya menyukainya”
“dasar kau anak rusa !”
Ji Hyun pun menjitak kepala luhan dan luhan meringis kesakitan. saat Ji Hyun bicara seperti itu, tiba  tiba saja wajah luhan berubah. menjadi murung dan sedih.
“waeyeo ?”

#FlashBack

saat luhan duduk di kelas 1 Seoul Of Art Junior High School, ia mempunyai yeoja chingu yang bernama Kim Hye Rim, sikapnya sama dengan Ji Hyun, dan pada suatu hari ia teringat, saat Hye Rim membuka ponsel milik luhan. ia menemukan foto rusa yang sangat menggemaskan.
“kau suka rusa ?”
“tentu saja”
“apa kau menyukainya ?”
“tentu saja”
“jadi kau lebih menyukai rusa dari pada aku ? dasar kau ANAK RUSA !”
lalu Kim Hye Rim pun menjitak kepala luhan.
#FlashBackEnd

itulah yang membuat luhan ingat dengan first lovenya, Kim Hye Rim.
“Waeyeo luhan-ssi ?”
“ah, aniyeo. aku hanya teringat masa laluku. saat aku di panggil anak rusa oleh temanku”
“teman atau teman. tak mungkin kau mengingatnya jika hanya teman”
“kau benar sekali, tepatnya ia adalah first loveku”
“siapa namanya ?”
“namanya…”
tiba tiba saja hp luhan berbunyi. ia langsung mengangkatnya yang ternyata itu dari kakak laki lakinya Wu Yi Fan.
“yoboseo ?”
“luhan-ssi ! eomma akan ke hongkong dalam waktu 1minggu ini, jika kau butuh uang. datang saja ke rumah hyung. alamatnya di hongdae, dekat toko bungeoppang dan bbapki”
{bungeoppang :kue berbentuk ikan dengan isian selai | bbapki : permen tradisional korea dengan campuran beaking soda}
“ne ne hyung”
“mian, hyung lagi sibuk. sudah dulu ya. jangan lupa kau matikan telponnya”
“ne”
kakak luhan pun akhirnya menyudahi telpon itu. smentara Ji Hyun hanya melihat koleksi miniature paris milik luhan.
“hm…. kau pernah ke paris ya ?”
“pernah, gara gara waktu itu mengantar eomma”
“miniaturnya sangat bagus, bahkan ada namamu”
“kau mau ? kalau kau mau, ambil saja”
“jongmal ? aku hanya ingin mengambil yang ada namamu saja”
“oh iya, ini yang aku ingin kasih untukmu”
“apa ?”
“buka saja”
Ji Hyun pun membukanya, menampilkan sebuah boneka rusa sedang bermain basket.
“ini untukku ?”
“ne”
“kenapa rusanya perempuan ?”
“karena pasangannya ada di ponselku”
“ini couple ?”
“tentu saja, friend couple”
“hahaha, gomawo ne”
“iya sama sama”
Ji Hyun memasang bonekaa itu di ponselnya. sangat lucu sekali jika mereka menelpon di jarak yang berdekatan. seperti seorang pasangan kekasih.
“bagaimana jika kita ke jinhae ?”
“jinhae ?”
“iya, di kota changwon-si, dekat busan”
“itu sangat jauh dari seoul”
“memangnya kenapa ?”
“apa tidak terlalu lama ?”
“tentu saja tidak, sudah cepat bawa jaketmu”
“baiklah”
“aku ingin juga mengajakmu ke namsan tower. di puncak sana ada hweori gamja”
“hweori gamja ?”
“maksudku, tornado potato”
“naik kereta listrik ?”
“tentu”
“aku takut ketinggian”
“pegangan saja dengan rusamu itu, anak rusa ! sudah cepat !”
“Berhenti memanggilku anak rusa !”
“ish !”
‘jika buka karnamu mungkin aku tak mau Ji Hyun !’ ungkapnya dalam hati
akhirnya mereka berdua pergi ke jinhae. kebetulan sedang musim semi. bukannya bunga bunga sakura disana sedang bermekaran ? walaupun mereka harus menempuh perjalanan selama 4 jam dari seoul ke busan dan di tambah 1 jam lagi untuk mencapai provinsi gyeongsangnam-do. sebelum ke jinhae mereka berhenti di namsan tower, hanya untuk memasang gembok cinta, makan tornado potato, mengunjungi museum teddy bear dan makan di restoran di atas menara. ini sangat menyenangkan bukan ?


0 komentar:

Posting Komentar